Arti Ukuran Ban Motor Beserta Kode Yang Wajib Diketahui

Arti Ukuran Ban Motor Beserta Kode Yang Wajib Diketahui

Motor merupakan kendaraan yang umum dimiliki oleh masyarakat dan bahkan sudah tersebar ke seluruh penjuru negeri. Jika sudah mempunyai motor, maka pengguna juga harus mengetahui arti ukuran ban motor. Selain memilih dari segi kualitas, membeli ban motor juga wajib melihat ukuran bannya. Berikut merupakan ukuran beserta kode ban motor yang sayang dilewatkan:

1. Ukuran Ban Kode Imperial

Ukuran ban yang sering dipakai adalah kode imperial. Ban dengan kode ini tidak menggunakan satuan milimeter melainkan inchi. Biasanya ban dengan kode ini dipakai oleh motor jenis offroad. Example dari ban motor yang menggunakan kode imperial ini adalah motor Yamaha dengan type WR 155R.

Kode ban depan yang ada pada motor Yamaha WR 115R adalah 2,75-21 45P. Penjabarannya adalah 2,75 menunjukkan lebar dari bannya dengan satuan inchi. Kemudian untuk tinggi sama persis dengan lebarnya karena memiliki rasio 100%. Lanjut, angka 21 menunjukkan diameter ban, angka 45 menunjukkan muatan indeks, dan P menunjukkan kecepatan peringkat kecepatannya.

2. Ukuran Ban Kode Metrik

Lainhalnya dengan imperial, kode metrik ini mempunyai satuan milimeter. Kode ini sangat mudah sekali untuk ditemukan karena posisinya berada di bagian karet berbentuk bundar seperti pada motor sport, motor matic, maupun lainnya. Ciri umum kode ini adalah tan stip, angka, huruf, dan tanda garis miring.

Arti ukuran ban motor yang diperuntukkan untuk kode 110/60-18 M/C 45 P adalah 110 menunjukkan lebar ban sedangkan dan 18 memperlihatkan diameter. Kode huruf M/C memperlihatkan bahwa itu diperuntukkan untuk motor berasal dari motorcycle. Yang bagian terakhir yaitu 45 P menunjukkan beban maksimal yang dapat ditanggung oleh motor.

Baca Juga »  Cara Mengemudi Mobil Manual yang Baik Untuk Pemula, Dijamin Cepat Mahir!

3. Kode Kompon Ban

Banyak yang tidak mengetahui apa itu kompon ban karena kebanyakan pengguna hanya fokus pada cara menggunakan motor saja tidak cara merawatnya. Kompon adalah bahan utama dalam pembuatan ban yaitu berasal dari karet, baik yang alami maupun buatan.

Umumnya kode kompon ini ditandai dengan huruf yang sekaligus menunjukkan tingkat kekerasan dari ban tersebut. Misalnya kode S artinya adalah soft atau lunak, kemudian kode H artinya adalah hard atau keras. Dengan mengetahui kode tersebut, maka pengguna akan lebih mudah untuk mencari ban mana yang sesuai dengan motor pengguna.

4. Lot Number

Mengetahui lot number juga merupakan sesuatu yang penting. Lot number ini adalah kode produksi untuk ban. Dimana, dengan mengetahui kode produksi maka dapat memperkirakan kira-kira kapan memperbaharui ban lagi sehingga dapat mempersiapkan budgetnya terlebih dahulu.

Cara menjelaskan kode ini sangat simpel, misalkan kodenya adalah 2607 maka cara membacanya adalah angka 26 menunjukkan minggu diproduksinya. Minggu ke-26 jika dihitung adalah sekitar bulan Juni minggu ke-4. Untuk 07 berarti tahun diproduksinya yaitu tahun 2027.

5. Tread Wear Indicator (TWI)

Tak banyak yang tahu bahwa TWI ini adalah batas maksimal pemakaian ban yang normal. Biasanya bentuk dari TWI ini adalah segitiga dan terletak di sela-sela garis atau di sisi bannya.

Semakin lama, kondisi ban akan menipis jika sering dipakai ataupun keseringan mengerem. Jika tidak telaten mengecek, maka ban akan semakin aus, dan bahkan dapat membahayakan jiwa pengendara. Batas ban motor yang masih bisa diteoleransi dan mampu berjalan dengan baik adalah sampai batas tanda segitiga ini.

Sebagai pengendara yang baik seharusnya mengetahui arti ukuran ban motor beserta kode yang tertera pada bannya agar tidak salah dalam memilih dan juga tidak membahayakan jiwa ketika berada di jalan. Tetap periksa kendaraan sebelum melakukan perjalanan dan jangan lupa patuhi peraturan lalu lintas.

Baca Juga »  Cara Membuat Lampu LED Motor Arus AC serta Keunggulan Lampu LED

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *