Cara Mengukur Kemeja Pria

Perlu Diketahui, Ini 5 Cara Mengukur Kemeja Pria dengan Tepat

Kemeja merupakan salah satu jenis pakaian yang memiliki keterkaitan erat dengan pria jika dibandingkan dengan wanita. Hal ini dapat dilihat bahwa pria memiliki intensitas waktu lebih daripada wanita ketika mengenakan kemeja sebagai pakaian sehari-hari. Namun tentu saja proses pembuatannya tidak terlepas dari cara mengukur kemeja pria dengan tepat.

Pengukuran kemeja sebelum dibuat pola kemudian dijahit dapat dikatakan sebagai hal yang penting untuk diperhatikan dan harus dilakukan dengan hati-hati. Kemeja yang baik adalah kemeja yang dibuat dan dijahit sesuai dengan ukuran tubuh dari pria yang akan mengenakannya. Berikut ini lima cara mengukurnya yang perlu diketahui terlebih dahulu, diantaranya:

1. Menentukan Model dari Kemeja

Langkah awal yang perlu diketahui dan harus dilakukan sebelum mengukur kemeja pria secara langsung adalah menentukan model kemeja terlebih dahulu. Terdapat berbagai jenis atau model kemeja pria yang sebenarnya dapat dijadikan pilihan sebelumnya, walaupun tidak sebanyak model kemeja wanita. Sebagaimana menentukan kemeja tersebut memiliki lengan panjang atau pendek.

Selain itu, jangan lupa untuk menentukan dahulu kemeja tersebut akan dilengkapi dengan saku di bagian tertentu atau tidak. Jika ditambah dengan saku, maka penjahit perlu melakukan pengukuran khusus lebar saku. Akan ada tambahan jika ada kesepakatan penjahit dan konsumen menentukan jenis manset yang akan dipasang juga pada kemeja.

2. Menyiapkan Alat Untuk Pengukuran

Cara mengukur kemeja pria selanjutnya yang dapat dilakukan adalah melakukan persiapan alat-alat yang akan digunakan sebagai media. Pilih pita ukur yang memang dikhususkan untuk pakaian, namun pastikan bahwa pita ukur tersebut sudah dilengkapi dengan ukuran yang standar. Standar pita yang biasanya digunakan penjahit memiliki panjang sekitar 1,5 meter.

Baca Juga »  5 Langkah Mudah Cara Pakai Pashmina Instan Tali Agar Terlihat Modis

Jika sudah menyiapkan pita ukur dengan standar umum yang tepat, maka selanjutnya lengkapi dengan buku catatan dan alat tulis. Buku dan alat tulis tersebut akan dimanfaatkan sebagai media dalam menyimpan catatan dari setiap hasil pengukuran. Melalui catatan tersebut, penjahit dimudahkan dalam melakukan proses lanjutan mulai dari pembuatan pola hingga penjahitan.

3. Melakukan Pengukuran Bagian Depan

Proses pengukuran untuk pembuatan kemeja pria umumnya bisa dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pengukuran tubuh depan, tubuh belakang, dan lengan. Pada pengukuran tubuh bagian depan, proses dimulai dari mengukur panjang kemeja dari leher sampai posisi yang diinginkan. Kemudian ukur bagian lingkar tubuh dengan ukuran yang terbesar tanpa perlu menahan napas.

Setelah itu, lanjutkan mengukur lebar dari dada bagian atas dengan memulai dari ujung bahu ke ujung bahu satu ke yang lainnya. Jangan lewatkan untuk mengukur lebar dari dada bagian bawah dengan memulai dari satu ujung ketiak ke ujung lainnya. Sedangkan untuk bagian kerah, lakukan dengan mengukur lingkar terbawah dari leher.

4. Mengukur Tubuh Bagian Belakang

Saat pengukuran tubuh bagian belakang dapat dimulai dengan mengukur bagian punggung atas dan punggung bawah. Pengukuran punggung atas sama dengan dada atas yaitu dimulai dari ujung bahu yang satu ke ujung yang lainnya. Begitu pula dengan punggung bawah, sama dengan dada bawah, pengukuran mulai dari ujung ketiak.

5. Mencatat Ukuran dari Lengan

Terakhir, cara mengukur kemeja pria yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan pengukuran pada bagian lengan yang diinginkan. Ukur panjang dari lengan dari bahu yang paling rendah sampai pada posisi yang sesuai dengan model lengan yang telah ditentukan. Sedangkan lingkar dari lengan dapat diukur berdasarkan lingkaran dari posisi lengan paling bawah.

Baca Juga »  Tips Memakai Tunik Untuk Orang Pendek, Wajib Dicoba Sekarang

Itulah kelima cara mengukur kemeja pria yang telah dijelaskan dapat dipraktekkan dengan sederhana dan mudah. Memperoleh kemeja pria yang sesuai dengan keinginan dan selera dari konsumen, tentunya perlu didahului dengan proses pengukuran yang tepat. Namun, setiap cara perlu dipraktikkan dengan teliti dan hati-hati agar memiliki hasil yang maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *