Kenali Saham Astra International, Analisis dan Sejarahnya (skyscrapercity.com)
Kenali Saham Astra International, Analisis dan Sejarahnya (skyscrapercity.com)

Kenali Saham Astra International, Analisis dan Sejarahnya

Saham Astra International Tbk atau ASII merupakan sebuah perusahaan konglomerasi yang sangat besar di Indonesia. Awalnya perusahan terbesar ini berdiri pada 1957 dan sudah bertahun-tahun lamanya berdiri tegak hingga sampai saat ini.

Bahkan saat akhir tahun 2019 lalu, perusahaan tersebut juga beroperasi di 7 segmen usaha yang berbeda-beda. Mulai dari jasa keuangan, otomotif, pertambangan, alat berat dan properti. Tidak hanya itu saja, namun juga agribisnis, teknologi informasi, infrastruktur dan logistik.

Saham Astra International Sudah Berdiri Sejak Tahun 1957

Nama Astra sendiri ini lebih identik dengan pendirinya yang bernama William Soeryadjaya. Bersama kedua rekannya, saat ini Astra telah menjadi sebuah perusahaan yang sangat baik ada multinasional.

ASII sendiri merupakan salah satu jenis saham Blue Chip yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari segi hutangnya, perusahaan ini lebih konsisten untuk menjaga hutang perusahaan dalam angkat yang cukup baik.

Bahkan rata-rata dari Equity atau Long Term Debt untuk 5 tahun terakhir ini berada pada kisaran hingga 30%. Sementara itu, total ases konsisten atau Long Term Debt berada pada kisaran hingga 15%.

Pasalnya, profitabilitas secara rata-rata ASII ini terhitung sangat baik dalam 5 tahun terakhir ini. Karena RA selalu berada di atas 4% dan ROE lebih dari 10%, bisa melebihi hingga 15% pada tahun 2018.

Baca Juga » Saham Pertamina Berikut Penjelasan Lebih Detail dan Cara Membelinya

Bisnis Otomotif

Jika mendengar istilah Astra, sebagian besar orang akan mengira jika ini merupakan nama atau merek honda. Pasalnya, saham Astra International atau ASII merupakan salah satu distributor yang utama dari merek tersebut di Tanah Air.

Baca Juga »  Bagaimana Cara Beli Saham Asing Indonesia Dengan Mudah

Setelah melakukan analisa laporan tahunan, nyatanya pengaruh bisnis dalam bidang otomotif pada pendapatan ASII berkurang. Meski demikian, usaha otomotif seperti ini adalah segmen bisnis terbesar dari usaha ASII.

Selain itu, kontribusi mengenai pendapatan ASII dari bisnis tersebut hingga mencapai 53% dari pendapatan ASII sejak 2010.Secara konsisten jumlah ini menurun sampai pada 2019 dan kontribusi segmennya mencapai hingga 44.21%.

Sistem Manajemen Sangat Baik

Saham Astra International memang tidak bisa kita ragukan lagi, sebab dalam arti lain ini merupakan salah satu living legend perusahaan. Karena ada banyak nama tersohor di Tanah Air yang memiliki karir profesional yang pernah bergabung dengan usaha ini.

Misalnya mulai dari pengusaha, politikus, akademis, bankir dan masih banyak lagi lainnya. Sementara itu, untuk network anak maupun cucu perusahaan Astra ini seperti pertambangan, otomotif maupun infrastruktur.

Seperti pada pembahasan sebelumnya tadi bahwa semakin banyak pihak untuk berkepentingan dengan ASII ini.

Baca Juga » PGAS Saham Berikut Tutorial Mengenai Cara Membelinya Serta Harganya

Cashflow

Jika kita lihat dari segi cashflow, rupanya saham Astra International atau ASII ini memang tidak bisa kita ragukan lagi keberadaannya. Karena ASII merupakan salah satu perusahaan pencetak uang.

Hal semacam ini juga dapat kita lihat dalam lima tahun terakhir ini. Pasalnya, ASII sendiri selalu membukukan free cash flow positif dan juga operating cash flow.

Segmen Bisnis yang Lain

Selain hanya bisnis otomotif saja, kira-kira apa segmen bisnis yang bisa berpengaruh pada ASII? Menurut laporan keuangan ASII sendiri selama beberapa tahun terakhir, ada dua segmen yang ikut berpengaruh.

Segmen penjualan alat berat juga segmen pertambangan. Sebab kedua segmen tersebut berkontribusi hampir mencapai 30% dengan trend yang terus meningkat.

Baca Juga »  Kustodian: Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsi Berdasarkan Peraturan SEBI

Selain itu, saham Astra International kini telah sukses dalam melakukan diversifikasi bisnis. Karena ini pernah dilakukan dengan cara yang benar demi kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Hal ini karena perusahaan juta tidak hanya bergantung terhadap satu source of revenue saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *