Cara Pasang Flasher Motor Sendiri dengan Tujuh Langkah Dibawah Ini

Cara Pasang Flasher Motor Sendiri dengan Tujuh Langkah Dibawah Ini

Kata Flasher mungkin kurang diketahui oleh pengguna motor. Namun sebenarnya Flasher ini sangat erat dengan kehidupan para pengguna motor. Flasher merupakan alat yang dapat membuat lampu sein motor menjadi berkedip-kedip. Untuk memasang Flasher ini cukup gampang dan bisa dilakukan sendiri. Berikut cara pasang Flasher motor sendiri dengan tujuh langkah gampang:

1. Persiapkan Rangkaian Flasher nya

Pertama ialah dengan mempersiapkan rangkaian Flasher nya. Tidak harus membuatnya, rangkaian Flasher ini dijual di toko peralatan motor. Terdapat enam kabel dengan warna berbeda, dan mempunyai fungsi berbeda. Kabel putih pertama berguna untuk sensor otomatis Flasher. Kedua ada kabel warna merah untuk menerima arus dari aki.

Ketiga ada kabel warna biru untuk dipasang di aki. Selanjutnya ada dua kabel hijau yang dipasang ke kedua sisi sein. Terakhir ada kabel putih kedua yang berfungsi untuk mengaktifkan lampu hazard.

2. Bongkar Bodi Depan Motor dan Rangkai Kabel

Jika sudah mengetahui fungsi kabel-kabel pada rangkaian, maka selanjutnya ialah membongkar bodi depan motor. Untuk membuka bodi depan motor, tinggal membuka baut dengan obeng dan berlawanan arah jam. Setelah bodi motor terbuka, langkah berikutnya ialah merangkai kabel-kabel. Letakkan Flasher di tempat yang kosong seperti di bawah speedometer.

3. Pasang Kabel Berwarna Putih

Kabel yang dipasang pertama ialah kabel berwarna putih pertama yang berguna untuk sensor otomatis Flasher. Pasangkan kabel di jalur keluar Flasher asli motor, yang memiliki simbol L. Jika kabel putih pertama telah dipasang, selanjutnya ialah pemasangan kabel putih kedua. Terdapat saklar pada kabel putih kedua, saklar itu dipasang di batok belakang sebelah kiri.

Baca Juga »  5 Pilihan Lampu LED Motor Beat Paling Terang

Saklar pada kabel putih kedua juga bisa dipasang di bawah dudukan spion sebelah kiri, atau di tempat yang mudah terjangkau. Cara pasang flasher motor  untuk kabel pertama ini harus benar-benar teliti dan diperhatikan.

4. Pasang Kabel Berwarna Biru

Setelah memasang kedua kabel putih, selanjutnya ialah memasang kabel berwarna biru. Kabel warna biru ini dipasang pada aki yang bagian positifnya. Untuk bagian negatifnya, dipasang di sebelah kiri stang, tepatnya di baut batok belakang. Jangan memasang bagian negatif ke rem, karena bisa mengacaukan aliran listrik.

Akibat dari kacaunya aliran listrik ialah konsleting, yang bisa membuat mesin motor rusak. Jadi pasang kabel ini dengan hati-hati, jangan sampai salah melakukan pemasangan.

5. Pasang Kabel Berwarna Merah

Kabel berwarna merah ini berguna untuk menerima aliran dari aki, meski begitu jangan pasang langsung di aki. Hal tersebut bertujuan agar aki dan Flasher bisa lebih awet. Pasang kabel merah ke kabel kunci kotak, yang biasanya berwarna hitam.

Untuk mengetahui apakah pemasangan kabel merah sudah benar yaitu melalui sebuah suara. Jika terdengar suara seperti klik, maka pemasangannya salah. Pemasangan yang benar ditandai dengan tidak adanya suara klik.

6. Pasang Kabel Berwarna Hijau

Terdapat 2 kabel hijau, yang dipasangkan pada masing-masing sein. Pasang bagian positif kabel hijau ke rangkaian saklar lampu sein. Biasanya aliran lampu sein kanan dan kiri, akan terlihat dari bodi depan. Jadi tinggal pasang masing-masing kabel hijau, di kedua sein.

7. Pasang Kembali Bodi Depan Motor

Terakhir ialah memasang kembali bodi depan motor yang terbongkar. Sebelum memasangnya dengan benar, cobalah dulu Flasher yang tadi di pasang. Ditakutkan jika bodi sudah terpasang, namun ternyata Flasher tidak menyala.

Baca Juga »  5 Tanda Ban Motor Harus Diganti

Memasang sendiri Flasher cukup gampang bukan? Ikuti cara pasang Flasher motor diatas dengan teliti, jika tidak menyala mungkin ada aliran yang salah. Perhatikan kembali aliran dan kabel rangkaian Flasher.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *